//
you're reading...
Berita Nasional

Siswa Sapto Dharmo Dipaksa Ikut Pelajaran Agama Islam

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

Siswa Sapto Dharmo Dipaksa Ikuti Pelajaran Agama
Jan 01, 2015 Admin Agama, Berita 0

[Semarang, elsaonline.com] – Siswa penganut kepercayaan Sapto Dharmo di Kabupaten Brebes mendapat perlakuan tak adil di sekolah umum. Anak-anak keturunan penganut Sapto Dharmo dipaksa untuk mengikuti mata pelajaran agama Islam berikut dengan praktiknya.

“Hal paling penting adalah hak pendidikan. Namun anak-anak kami, yang mengenyam pendidikan dipaksa mengikuti pelajaran agama resmi negara. Langsung saja, agama Islam,” tutur Ketua Yayasan Sapto Dharmo Brebes, Charlim, disela acara “Haul Gus Dur dan Evaluasi Keberagamaan di Jateng 2014,” Selasa (30/12/14) di Hotel Siliwangi Semarang.

Ketua Yayasan Sapto Dharmo Brebes, Charlim, memaparkan kasus yang mereka alami disela acara “Haul Gus Dur dan Evaluasi Keberagamaan di Jateng 2014, Selasa (30/12/14) di Hotel Siliwangi Semarang. Foto: Ceprudin
Ketua Yayasan Sapto Dharmo Brebes, Charlim, memaparkan kasus yang mereka alami disela acara “Haul Gus Dur dan Evaluasi Keberagamaan di Jateng 2014, Selasa (30/12/14) di Hotel Siliwangi Semarang. Foto: Ceprudin

Paksaan untuk mengikuti mata pelajaran agama kepada anak-anak Sapto Dharmo di sekolah hampir merata terjadi di Brebes. Anaka-anak Sapto Dharmo yang melanjutkan sekolah di sekolah umum, mereka rata-rata mendapat perlakuan yang sama.
Perlakuan itu datang dari pihak sekolah baik guru agama atau pun kepala sekolah. Mereka memaksakan pelajaran agama Islam kepada siswa Sapto Dharmi dengan dalih pelajaran tentang keyakinan penghayat tak ada dalam kurikulum. Karena itu, sebagai syarat kelulusan harus mengikuti pelajaran salah satu agama resmi.

”Setelah mengikuti pelajaran agama Islam, kemudian anak-anak kami dipaksa untuk mengikuti praktik pelajaran agama Islam. Ya semua tata cara ritual Islam seperti wudlu, sholat, dan lainya. Ini kami merasa diperlakukan tidak adil. Hak kami tidak diberikan,” sesalnya, di hadapan hadirin berbagai unsur pemerintahan.

Terancam Tak Lulus
Charlim mengungkapkan, sejatinya siswa Sapto Dharmo engggan mengikuti pelajaran agama Islam. Itu karena berbeda dengan keyakinan yang mereka dapatkan dari orang tua dan tetua adanya. Namun apalah daya, meskipun tak ingin mengikuti pelajaran agama, demi lulus mereka mengikutinya.

”Anak-anak akhirnya mengikuti pelajaran agama Islam. Ya ikut praktik sholat dan lainnya. Namun itu karena mereka takut tidak lulus. Karena jika tidak mengikuti mata pelajaran itu mereka diancam tidak lulus ketika ujian. Ini dimana letak keadilan bagi kami yang minoritas,” keluh Charlim.

Seperti diketahui diketahui, kasus paling baru menimpa penganut Sapto Dharmo adalah penolakan pemakaman. Jenazah Jaodah (55) warga Sapto Dharmo di desa Siandong, Kecamatan Larangan ditolak dimakamkan di pemakaman umum oleh perangkat desa setempat.

Selain persoalan pemakaman, penganut Sapto Dharmo juga mengalami persoalan ketika hendak membangun tempat ibadah. Mereka mengalami kendala ketika membangunan sanggar. Penolakan itu datang dari warga, bahkan sempat mengalami pembakaran.

”Kami rindu dengan pemimpin seperti Gus Dur. Dalam pandangan saya Islam yang dikembangkan oleh Gus Dur sangat Indonesia banget. Itu sangat sesuai dengan apa yang di amanatkan undang-undang,” pungkasnya. (elsa/oi-@Ceprudin).

http://elsaonline.com/?p=3992

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

PKS Partai Mesum
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: