//
you're reading...
Berita Nasional

Penganut Tri Dharma: KTP Tak Perlu Sebut Agama

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

Selasa, 11 November 2014 | 20:57 WIB
Penganut Tri Dharma: KTP Tak Perlu Sebut Agama

TEMPO.CO, Tegal – Dukungan terhadap rencana pemerintah mengenai pengosongan kolom agama di kartu tanda penduduk elektronik bagi pemeluk keyakinan terus mengalir dari berbagai daerah. Di Kota Tegal, Ketua Umum Yayasan Tri Dharma setempat, Kwe Hong Koen, berharap agar rencana tersebut berlaku universal. (Baca: Menteri Tjahjo Ingin Aliran Kepercayaan Masuk KTP)

"Kalau bisa agama tidak perlu dicantumkan dalam KTP, baik untuk pemeluk keyakinan maupun penganut agama yang diakui pemerintah," kata Kwe Hong Koen yang akrab disapa Gunawan, pada Selasa, 11 November 2014. Menurut Gunawan, agama atau kepercayaan adalah urusan pribadi antara manusia dengan Tuhan.

Gunawan berujar, Indonesia adalah negara sekuler yang semestinya netral dalam persoalan agama penduduknya. Indonesia juga sebagai negara hukum, bukan negara agama. "Agama tidak perlu ditulis sebagai identitas. Kalau ada yang melanggar hukum harus ditindak dengan adil tanpa melihat apa agamanya, apakah beragama atau tidak," ujarnya. (Baca: Soal Kolom Agama di KTP, Menteri Tjahjo Ikut Tokoh Agama)

Gunawan menambahkan, pencantuman agama dalam identitas selama ini justru berdampak pada terciptanya kelompok-kelompok di dalam masyarakat dan tidak jarang berujung pada aksi-aksi intoleransi. " Di Singapura, agama sudah tidak masuk dalam kurikulum di sekolah. Hasilnya, warga di sana hidup rukun tanpa membeda-bedakan agama," katanya.

Karena aturan mencantumkan agama, dalam KTP Gunawan selama ini ditulis beragama Budha. Padahal, dia lebih cenderung pada Konfusius meski juga mempelajari tentang Budha, Khonghucu, dan Tao. "Selama ini saya terserah mau ditulis beragama apa. Yang penting saya berbuat baik kepada seluruh manusia dan tidak melanggar hukum," ujarnya. (Baca: Masalah Kolom Agama di KTP bagi Penganut Penghayat)

Di Kabupaten Tegal, para penghayat kepercayaan yang tergabung dalam Perguruan Trijaya juga berharap agar agama tidak perlu dicantumkan dalam KTP. "Selama ini kolom agama di KTP kami hanya diisi tanda strip (-)," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perguruan Trijaya, KRT. K. Tejo Sulaksono.

Tejo mengatakan, Perguruan Trijaya beranggotakan sekitar 70 orang yang telah dipuput atau semacam dibaptis. Dengan penghapusan kolom agama di KTP, Tejo berharap masyarakat bisa hidup berdampingan tanpa ada istilah mayoritas atau minoritas. "Semua memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum," ujarnya.

DINDA LEO LISTY

http://m.tempo.co/read/news/2014/11/11/ … -Agama/1/1

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

PKS Partai Mesum
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: