//
you're reading...
Common

MEMBUKA CAKRAWALA IMAN

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

rahimii wrote:Saya sungguh heran, mengapa semua muslim rela memasung logikanya demi iman yang buta. Patah, analogimu mengandung kekeliruan logika yang jelas. Mari kita telusuri. Pertama, si paul tidak “menyatakan” siapa pemenang piala dunia 2010. Dia memiliki peluang 50 persen benar karena ada dua pilihan yang diberikan padanya untuk dipilih. Ketepatan pilihan si paul bukan karena dia memiliki kemahakuasaan dalam pengetahuannya sejak awal dalam meramalkan siapa juara dunia sepakbola 2010, tapi sebuah keberuntungan hasil tebak-tebakan.

Kedua, prediksi paul yang akurat sama sekali tidak harus membuat manusia yang rasional sampai pada kesimpulan bahwa apa yang dilakukan paul adalah sebuah keajaiban atau mukzizat. Kalau si paul ditanya dengan dua sisi pilihan lain, apakah muhammad nabi palsu atau utusan tuhan lalu memilih sisi muhammad nabi palsu, masihkah kau menganggap si paul sama benarnya ketika dengan cara yang sama memilih sisi spanyol untuk menjuarai piala dunia?

Patah Salero wrote:yuk berhenti berdebat menggunakan asumsi. kita lihat faktanya aja. Adalah fakta dan kebenaran yang tak terbantahkan bahwa "pengetahuan paul" tentang hasil piala dunia memiliki kebenaran 100%. kita bisa berbicara bahwa itu fifty-fifty SEBELUM pertandingan berlangsung. Tapi SETELAH pertandingan selesai, "pengetahuan" paul bukan lagi probabilitas, tapi udah jadi fakta.

begitu pula doktrin Islam tentang qadha dan Qadar. keinginan gw untuk pulang ke rumah 15 menit lagi adalah probabilitas. Bisa jadi itu udah di qadha-kan oleh Allah SWT di lauh mahfuz. Tapi bisa juga qadha yang ditentukan di lauh mahfuz adalah gw singgah di kantin karena ada teman yang mo traktir makan siang. Dan gw pulang ke rumah satu jam lagi. Dua-duanya probabilitas bagi Gw. tapi probabilitas akan hilang 15 menit lagi. Saat itu Qadha telah berubah menjadi taqdir. Kepastian bagi gw. Faktor yang menentukan terjadinya kepastian bukan hanya DAYA dari Allah, tapi juga kehendak dari Gw.

tapi kalo melihat dari sisi Tuhan, tidak ada yang namanya probabilitas. bagi Tuhan semuanya adalah Kepastian. Tidak tahu, belum tahu atau ragu-ragu adalah sifat mustahil bagi Tuhan. Pengetahuan Tuhan adalah pasti kebenarannya, statis dan tidak akan berubah, Tuhan tidak akan bertambah tahu, atau tidak menjadi kurang tahu.

Kalau kau membaca dan memahami dengan seksama tulisan saya, maka sebenarnya kaulah yang berbicara memakai asumsi. Kau seakan bisa mengakses systim data tuhan dan dengan percaya diri mampu sekali menggambarkan tuhan seperti ia ternyata memiliki buku catatan, ada takdirnya dan juga semua sifat-sifatnya. Kita akan lihat betapa argumentmu sebenarnya saling bertabrakan satu sama lain karena kau rangkai berdasarkan dogma iman, bukan berdasarkan rasionalitas dan logika yang kau punya.

Ada ribuan atau mungkin jutaan orang yang memprediksi spanyol akan menjuarai piala dunia 2010, bahkan berani mempertaruhkan banyak uang untuk itu dan akhirnya menang taruhan. Kemudian, bagaimana bila sebenarnya, ada mafia judi besar yang bermain dalam pertandingan final piala dunia 2010 yang memiliki kuasa menentukan hasil pertandingan sesuai dengan kemauannya, sehingga dengan pengaruh dan kuasanya itu mampu menetapkan spanyol sebagai juara? Atau saat pertandingan final kemarin, sebenarnya ada beberapa pemain inti belanda yang menurun staminanya dan tidak berada dalam kondisi puncak sehingga mempengaruhi performa tim secara keseluruhan?

Sesuai dengan ocehanmu bahwa sifat pengetahuan tuhanmu kira-kira hanya sama seperti pengetahuan si paul, maka pertanyaannya :

1. Selain si paul (tuhan), ada jutaan orang lain yang mengetahui spanyol akan jadi juara dunia. Itu berarti jutaan pendukung spanyol dapat menciptakan fakta dan realitanya sendiri tanpa bergantung kepada pengetahuan si paul. Mengapa si paul tuhan menciptakan mahluk yang diberikan kemampuan untuk merealisasikan realitanya sendiri, namun menimpakan hukuman kepada ciptaannya yang dia ketahui akan memaksimalkan hak istimewa yang dia berikan kepada ciptaannya itu? Bukankah dia maha tahu akan demikian jadinya?

2. Aksi siapakah sebenarnya yang menjadi motor penggerak pena tuhanmu dalam pencatatan spanyol sebagai juara dunia sepakbola 2010 dalam buku tuhanmu itu, apakah aksi jutaan orang yang bertaruh untuk spanyol, apakah aksi mafia judi besar, apakah kondisi kurang fit tim belanda, apakah ketiga-tiganya, apakah karena sudah menjadi ketetapan tuhanmu, atau apakah tuhanmu sekedar tahu akan demikian terjadinya?

rahimii wrote:Ketiga, kalaupun si paul memiliki kemampuan memprediksi satu peristiwa yang akan terjadi di masa depan, apakah itu sekedar sebuah kemampuan penglihatan bagaimana satu peristiwa akan terjadi di masa depan, atau peristiwa yang terjadi di masa depan itu akan mengikuti prediksi si paul? Bagaimana pandanganmu atau pandangan seukuwahmu ahli sunnah wal jamaah tentang point saya yang ketiga ini, bila posisi si paul diganti dengan tuhan islam?

Patah Salero wrote:Kenapa loe tanya lagi. Bukankah udah gw bandingkan bahwa sifat pengetahuan Tuhan tentang nasib manusia, kira-kira sama dengan pengetahuan paul tentang hasil piala dunia 2010.

Jika Tuhan satu miliar tahun sebelumnya sudah mengetahui mana individu yang ditakdirkan menerima keselamatan kekal dan mana individu yang akan menerima kebinasaan kekal, maka apakah menurutmu itu akan menjadi fakta di masa depan, atau itu masih dapat berubah, atau tuhanmu sekedar mengetahui akan begitu akhirnya? Bedakan dengan analogimu soal si paul yang memiliki pengetahuan tentang peristiwa yang hanya terjadi di masa depan, tuhan islam sudah mengetahui takdir manusia yang masuk neraka atau masuk surga bahkan ketika waktu belum tercipta bagi individu-individu penerima takdir itu. Sehingga apakah gunanya lagi ayat-ayat quran yang berbicara tentang kesabaran allah, pengampunan allah, panggilan allah untuk bertobat di masa depan jika sebelum lahir dan sebelum waktu berjalan, saya sudah dia ketahui akan masuk neraka?

Patah Salero wrote:kalau bukan paul yang menentukan hasil piala Dunia, begitu pula BUKAN HANYA Tuhan yang menentukan nasib manusia.

Bila bukan hanya tuhan yang berperan menentukan nasib manusia, maka tuhan seperti ini tidak bisa dikatakan maha, karena dia ternyata memiliki keterbatasan. Tuhan tahu segalanya, tapi dia tidak penentu segalanya? Apakah tuhan terbatas seperti ini sudah diakui dalam islam?

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

PKS Partai Mesum
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: