//
you're reading...
Berita Nasional

Pemerintah: Sunda Wiwitan tak Bisa Dicantumkan di e-KTP

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

Pemerintah: Sunda Wiwitan tak Bisa Dicantumkan di e-KTP
22 Oktober 2014 19:45 WIB
Pemerintah: Sunda Wiwitan tak Bisa Dicantumkan di e-KTP
Seorang pegawai Kelurahan menunjukan e KTP yang sudah jadi di kantor Kelurahan. (Ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kemendagri belum bisa mengakomodasi keinginan penganut kepercayaan Sunda Wiwitan agar dicantumkan dalam kolom agama KTP elektronik. Selama belum diakui negara sebagai agama resmi, pemerintah tak memiliki landasan hukum untuk mencantumkan aliran kepercayaan tersebut dalam kartu identitas kependudukan.

"Kan belum diakui negara. Semua kan harus ada aturan hukumnya," kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Dodi Riatmadji, Rabu (22/10).

Menurut Dodi, pencantuman agama dalam KTP elektronik berdasarkan agama yang sudah diakui secara resmi oleh pemerintah. Sepanjang Sunda Wiwitan belum ditetapkan pemerintah sebagai agama yang diakui, maka dalam e-KTP kolom agama tidak dicantumkan atau dikosongkan.

Sebelumnya, pemuka adat Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla merevisi kebijakan kolom agama di kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Mereka ingin kepercayaan Sunda Wiwitan kembali dicantumkan dalam kolom agama.

"Kami berharap pemerintah baru Jokowi-JK bisa mengeluarkan kebijakan melalui undang-undang yang memperbolehkan kepercayaan Sunda Wiwitan sebagai agama warga Baduy masuk dalam e-KTP," kata Wakil Ketua Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy (Wammby) Medi Marsinun.

Menurutnya, saat ini masyarakat Baduy berjumlah sekitar 11.200 jiwa. Dari 1970-2010, kepercayaan mereka, yaitu Sunda Wiwitan, tertulis pada KTP. Saat ini, kolom agama yang dicantumkan pada KTP, yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Kemendagri sebelumnya mengeluarkan kebijakan bahwa kolom agama untuk penganut kepercayaan dan agam adat dikosongkan. Medi mengatakan, sudah mendatangi ditjen administrasi kependudukan dan catatan sipil kemendagri di Jakarta. Kedatangan itu menuntut hak sebagai warga negara agar diakui kepercayaan Sunda Wiwitan tertulis pada KTP.

Red: Mansyur Faqih
Rep: Ira Sasmita

http://m.republika.co.id/berita/nasiona … an-di-ektp

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

PKS Partai Mesum
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: