//
you're reading...
Common

terbatas

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

simplyguest wrote:Allah SWT tidak punya kemampuan untuk memiliki sebuah sifat, bahkan MUSTAHIL bisa memiliki sebuah sifat => Allah SWT TERBATAS.

Sama tuh.

Muslim coro. Gak bisa bantah lalu cuma bacot sama mewek2 minta penggunaan kata diganti.
"Korupsi" ya tetap aja artinya "mencuri".
"Tidak bisa memiliki" ya tetap aja artinya "terbatas".

kuisa wrote:Orang miskin ga punya apa2 tidak pernah disebut difabel jika dia baik2 saja.

Kenapa sekarang ujug2 ngacir ke istilah difabel? Yang ngungkit2 difabel itu siapa?

Orang tidak mempunyai uang = terbatas kemampuannya dalam hal membeli barang2 tertentu.
Allah SWT tidak mempunyai satu sifat (bahkan MUSTAHIL) = terbatas kemampuannya dalam hal memiliki sifat2 tertentu.

kuisa wrote:Tidak pernah disebut terbatas orang pemarah, atau pemalu dll. Karakter dan kemampuan dua hal yang berbeda.

Karena manusia pasti BISA & MAMPU mempunyai semua sifat, makanya tidak pernah ada istilah orang terbatas sifatnya.
Berbeda dengan Allah SWT yang MUSTAHIL, TIDAK BISA & TIDAK MAMPU mempunyai semua sifat.
Konsekuensinya adalah : Allah SWT sudah memiliki keterbatasan dalam hal memiliki sifat.

kuisa wrote:Saya tidak ingin eyel2an untuk hal2 sepele, kamu tidak terima ga masalah, mungkin kamu difabel saya tidak tahu. Yang saya inginkan adalah kamu paham apa yang saya sampaikan dan mengerti alasan dibalik itu. Perkara kamu ga terima ok sah2 saja.

Memang ini masalah sepele. Logika yang saya jelaskan itu adalah logika sederhana yang jika di kasus lain pasti langsung bisa diterima.
Tapi sayangnya anda masih muslim. Karena supaya tetap menjadi muslim, anda memang harus melakukan apa yang anda lakukan itu dalam menjelaskan ajaran Islam. Denial, membutakan diri, mewek2 dengan istilah "terbatas".
Padahal sudah jelas bahwa menurut logika anda sendiri, Allah SWT sudah memiliki keterbatasan dalam hal sifat.
Mirip seperti terdakwa korupsi yang menolak tindakannya disebut "mencuri". Lalu mewek2 supaya istilah itu diganti dengan kata yang lebih halus.

simplyguest wrote:Perbuatan yang manusia anggap jahat itu dianggap jahat juga tidak oleh Allah SWT?

Dasar guru coro. Gak bisa jawab, malah muridnya disuruh pindah2 kelas.

simplyguest wrote:tanya lagi ntar kalau belum jelas.

Ya itu pertanyaannya :
Perbuatan yang manusia anggap jahat itu dianggap jahat juga tidak oleh Allah SWT?
YA atau TIDAK?

Bisa jawab atau tidak? Atau perlu meliburkan diri lagi sebulan?
Atau mungkin perlu maenin burung bapakmu dulu supaya lalu turun wahyu jawabannya dari Allah SWT?

simplyguest wrote:"Akan" itu berarti sudah terjadi atau belum?
Duluan mana kejadiannya? "Ketetapan" atau yang "akan"?
simplyguest wrote:Tidak relevant bertanya "duluan mana" ketika Tuhan tidak terikat waktu dan Maha Mengetahui.

Jadi bagi Allah SWT, kejadian itu bukan "akan", tapi "sudah" terjadi?

NGAWOR.
Manusia berusaha, lalu usahanya terwujud, itu bukan merupakan variabel bukti bahwa ada takdir yang meluluskannya.
Manusia berusaha, tapi tidak terwujud, itu juga bukan merupakan variabel bukti bahwa ada takdir yang menghalanginya.

Logika yang anda pakai ini adalah Fallacy. Namanya fallacy appeal to possibility/probability.
Saya kasih contoh :
A : Saya meyakini bahwa anak saya yang hilang itu karena diculik alien.
B : Belum tentu dong. Bisa aja diculik manusia biasa, kesasar, kecelakaan, dll.
A : Tapi faktanya anak saya hilang atau tidak?
B : Hilang.
A : Faktanya anak saya masih ada di sini atau tidak?
B : Tidak ada.
A : Nah, itulah variabel bukti bahwa alien lah yang menculik anak saya.
B : ……………… logika bahlul neng………

Ada yang salah tidak dari logika si A di atas?

kuisa wrote:Analogimu hanya untuk orang2 beragama nan pandir saja, orang beragama apapun dimanapun mengenal penyebab langsung seperti ditabrak mobil, disembuhkan dokter, dikuatkan obat mujarab, diserang virus, ditolong teman, namun hakekatnya adalah "Fate", ada kuasa yang lebih tinggi.

Orang boleh saja meyakini apa pun, terlepas dia beragama atau tidak.
Anda boleh saja meyakini bahwa ada takdir yang meluluskan atau menghalangi hasil dari tindakan anda.
Orang lain boleh saja meyakini bahwa ada alien yang sedang mengatur kehidupan kita dengan radar dan komputer supernya.

Tapi ketika orang itu (termasuk anda) berusaha membuat pembuktian dengan menggunakan logika seperti di atas, dia sudah menggunakan logika fallacy. Logikanya dalam melakukan pembuktian itu sudah salah, ngawur.
Kalau anda mengatakan orang yang menggunakan logika seperti itu sebagai "orang pandir", ya selamat, anda sudah termasuk ke dalam golongan orang2 pandir. Karena anda sudah membuat pembuktian dengan menggunakan logika yang sama.

simplyguest wrote:Karena kamu beragama dan saya tidak ingin menganggapmu pandir, jangan pernah membawa analogi seperti itu lagi.

Dari logika2 yang anda gunakan selama ini, terlihat jelas bagaimana caranya jika seseorang ingin menjelaskan ajaran Islam, tapi harus tetap menjadi muslim.

Pertama, dia harus melakukan denial, penyangkalan terhadap logika2 sederhana ketika menjelaskan ajaran Islam. Pokoknya harus ditolak istilah "terbatas", padahal dari logikanya sendiri sudah menunjukkan kemustahilan/ketidakmampuan Allah SWT dalam memiliki satu sifat, yang artinya Allah SWT sudah memiliki keterbatasan.

Kedua, dia juga harus menolak pemikiran2 kritis yang muncul. Kalau ada yang sedikit kritis dengan argumennya, langsung dijawab "Gak usah ngeyel kamu", "Gak usah kamu bawa analogi2 itu lagi".
Maunya mungkin orang yang diberi penjelasan harus cuma manggut2 aja dan cuma menyebut "subhanallah…" seperti di masjid2.

Ketiga, dia harus menggunakan logika2 cacat, logika2 ngawur, logika fallacy dalam menjelaskan/membuktikan ajaran Islam.
Ketika ada yang bisa menunjukkan bahwa logika pembuktiannya itu cacat dengan menggunakan analogi, malah dibilang "Analogi itu hanya untuk orang pandir, gak usah kamu bawa analogi2 seperti itu lagi".
Balik lagi ke pertama, DENIAL.

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

PKS Partai Mesum
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: