//
you're reading...
Common

Allah SWT Mengakui Ada Tuhan Lain Yg Harus Disembah

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

The identity of the oldest Arabic grammarian is disputed; some sources state that it was Abu-Aswad al-Du’ali, who established diacritical marks and vowels for Arabic in the mid-600s, though none of his works have survived.[1] Others have said that the earliest grammarian would have been Ibn Abi Ishaq (died AD 735/6, AH 117)
http://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_grammar#History
Patah Salero wrote:Kalau Grammarian Arab pertama BELUM LAHIR ketika wahyu pertama diturunkan, bagaimana mungkin dikatakan bahwa Quran menabrak aturan tata bahasa Arab ??

BAGAIMANA MUNGKIN ADA ATURAN YANG DITABRAK, KALAU ATURANNYA AJA BELUM DIBUAT ??

simplyguest wrote:Jawabannya mungkin sudah ada dalam tulisan yang anda quote sendiri :
"The identity of the oldest Arabic grammarian is disputed"
Patah Salero wrote:brow, baca lagi, kalimat yang loe kutip belum titik. baru titik koma. Dan kutipan gw menawarkan dua nama, abu-aswad dan ibn abi ishaq. Coba deh loe cek tahun lahir kedua tokoh tersebut.

kalo loe punya tokoh yang lebih tua dari keduanya, silahkan di sodorkan namanya.

Gak perlu. Karena yang jelas adalah identitas grammarian Arab yang tertua itu masih belum jelas identitasnya dan kapan kemunculannya. Bisa dari kedua orang itu, bisa yang jauh lebih awal lagi, belum jelas, disputed.

Bagaimana mungkin dikatakan Quran pasti tidak menabrak aturan tata bahasa Arab, kalau aturannya aja belum jelas dibuatnya kapan?

Patah Salero wrote:dari kutipan diatas penulis sendiri udah paham bahwa Hal-hal yang sebenarnya normal dan wajar diucapkan oleh orang-orang arab sehari-hari dan disampaikan dalam bentuk hadis, dan tentu saja sesuai dengan grammar yang hidup dikalangan mereka, dikoreksi oleh perawi yang hidup belakangan agar sesuai dengan tata bahasa yang mapan di masyarakat belakangan ini.
simplyguest wrote:Grammatical error = sesuai dengan grammar ?
Dimana dalam tulisan bantahan yang anda quote itu ada menyebutkan bahwa yang dikoreksi perawi itu sudah "sesuai dengan grammar"?
Patah Salero wrote:OK gw salah. Karena pada dasarnya pada saat hadis-hadis itu diucapkan sama sekali GAK ADA ATURAN GRAMMAR YANG BAKU.

Dimana disebutkan bahwa perawi itu mengoreksi karena sudah ada aturan grammar yang baku, dan pada saat hadits diucapkan itu belum ada aturan baku?
Kalau memang iltifat diagung-agungkan mempunyai nilai kesusastraan tinggi, kenapa lalu para perawi merasa harus mengoreksi dengan merubah grammarnya?

Patah Salero wrote:Terjadi ratusan kemunculan iltifat dalam quran, dan tak muncul satupun kritikan dari kaum musyrik, yahudi dan Kristen yang hidup pada masa Muhammad SAW.
AMAZING !!!

Mungkin saja hal itu sudah termasuk dalam ejekan2 yang ditujukan ke Muhammad.

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

PKS Partai Mesum
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: