//
you're reading...
Common

Perbedaan kita adalah, saya tidak merendahkan Tuhan dengan fallacy dan pseudo, a

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

kuisa wrote:Sebetulnya anda memahami apa yang saya maksud karena anda bukan tidak pintar (walaupun bloon :tonqe: ), bagi saya absolut adalah nomor satu, makanya ada kata maha yang tidak dipunyai siapapun. Bagi saya sebuah pernyataan pseudo tidak akan mengganggu kemahaan, karena itu fallacy dan tidak relevant dengan kata tersebut.
Mengenai bohongpun, saya tidak memerlukan penjelasan apapun dan tidak perlu menjelaskan apapun karena saya sudah jelaskan dan nyatakan di awal, ada sebuah kebenaran absolut (bukan relatif) yang tentunya dipunyai sesuatu yang absolut, dan ketika bicara kebenaran abslut tidak relevant membicarakan kebohongan.

Perbedaan kita adalah, saya tidak merendahkan Tuhan dengan fallacy dan pseudo, anda melakukannya. Tuhan anda menjadi terbatas, tidak maha karena anda mengijinkan kata2 fallacy, pseudo dan ketidakrelevanan dalam definisi ketuhanan, sehingga anda harus berkutat dengan kontradiksi, tuhan tidak bisa tapi tidak terbatas, tuhan tidak mungkin tapi dia maha kuasa.

Paham!!!

rahimii wrote:Hei tong, kalau kamu yang tidak bisa mencerna kata-kata orang, jangan malah menuduh orang gak ngerti. Coba kamu quote dimana ada pernyataan saya yang merendahkan tuhan saya sebagai fallacy dan pseudo? Justru yang saya rendahkan sebagai pseudo dan fallacy ya tuhan arab mu karena mampu melakukan APAPUN. Bukankah kamu yang mengatakan tuhan mu adalah ABSOLUT, bukan absolut benar? Sehingga saking bingungnya kamu untuk memahami pengertian absolut, kamu terpaksa menelan pemahaman bahwa segala hal, baik kejahatan maupun kebaikan secara ABSOLUT merupakan bagian dari system tuhan arabmu itu? Coba yang jujur, quote dimana kamu pernah mengatakan kalau tuhan arabmu itu absolut benar? Barangkali saya melewatkannya.

kuisa wrote:Nih
Makanya dicerna dulu dalam2 kata demi kata 1pernyataan Maha Luas maknanya yang saya tulis itu Pak, baru berkomentar.
Saya bilang "Tuhan adalah kebenaran dan kekuasaan absolut". Jadi yang kita bicarakan adalah kebenaran, bukan ketidakbenaran apalagi kesalahan. Bagaimana mungkin anda berani2nya menilai kebenaran premis dengan berangkat dari sebuah kesimpulan yang tidak valid. Tanggalkan dulu pikiran kotor anda dari kesimpulan tentang tuhan yang tidak mahakuasa, kosongkan kebencian anda, normalkan pikran anda, tarik nafas dengan benar, baru menulis. ok!

Ok, saya mengaku melupakan kamu pernah mengatakan tuhan arab mu itu sebagai kebenaran absolut. Tapi jangan lupa, perhatikan pernyataanmu dibawah yang semuanya justru mengaburkan makna tuhan sebagai kebenaran absolut :

kuisa wrote:kita bicara tuhan, bukan tuhanmu atau tuhanku, namanya tuhan ya begitu.
Tidak ada apapun diluar kontrol Tuhan. Jadi jika ada anggapan bahwa setan bisa berbuat sesukanya dan diluar kontrol tuhan, patut dipertanyakan tuh tuhan apa hantu. Apapun yg terjadi bencana alam, musibah, kematian, adalah dalam kontrol tuhan bukan setan

Perhatikan statement mu diatas, apakah itu menggambarkan tuhan sebagai kebenaran abslout atau tuhan yang memiliki kekuasaan absolut?

kuisa wrote:Setan itu jahat, Tuhan membenci kejahatan setan.

Sebelumnya kamu bilang segala sesuatu ada dalam kontrol tuhan arabmu, tapi mengapa dia membenci kejahatan setan yang ada dalam kontrolnya?

kuisa wrote:Tuhan itu jenis pekerjaan ya?
Allah berkehendak ada setan sebagai penguji bagi manusia.
Terlepas dari pandangan Islam, saya ingin tahu kalau menurutmu setan itu datangnya darimana?

Selaraskan dengan koment-koment mu sebelumnya. Tuhan mengontrol segala sesuatu, tapi tuhan membenci kejahatan setan yang ada dalam kontrolnya. Lalu mengapa tuhan mu menciptakan setan sebagai penguji manusia? Ini kontradiksi akut namanya..

kuisa wrote:Allah sendiri menyatakan bahwa tindakan-Nya untuk menyesatkan manusia karena memang manusia itu sendiri yang menginginkannya, merupakan implementasi dari sifat-Nya yang adil dan tidak dzalim

Wah, awalnya tuhan yang menciptakan segala sesuatu, termasuk setan. Tapi dia sendiri benci sama setan yang diciptakannnya sendiri itu. Tapi Kata tuhan arabmu dia butuh pula setan sebagai penguji. Lalu diatas kamu bantah sendiri bahwa kesesatan manusia terjadi karena memang manusia menginginkannya? Weleh..weleh..ini benar-benar argument jenius ala islam.

rahimii wrote:Yang terus kamu dengungkan kepada kita adalah bahwa tuhanmu ABSOLUT, bukan absolut benar. Ini dua pengertian yang sangat jauh berbeda. Kamu belajar hukum-hukum logika dulu aja tong, biar kamu bisa paham bagaimana yang dimaksud dengan pernyataan yang berkontradiksi. Orang dodol sepertimu berpendapat bahwa jika tuhan islam adalah makhluk terbesar maka tuhan islam harus mampu melakukan apapun. Tuhan islam tidak dapat dibatasi oleh apapun karena itu akan berarti bahwa tuhan islam bukanlah yang paling berkuasa. Bila tuhan islam menjadi terbatas berarti ada sesuatu yang lebih besar yang membatasinya. Di sisi lain, quran sendiri dengan jelas mengatakan tuhan islam dibatasi dalam beberapa cara. Tuhan islam tidak memiliki tubuh, sehingga tidak dapat melakukan hal-hal yang memerlukan tubuh (beranak dan diperanakkan). Nah, kuisa yang dodol, tentukan sikapmu yang jelas, apakah tuhanmu bisa melakukan apapun? Pandanganmu itu justru berlawanan dengan pengajaran quran, karena disitu dikatakan bahwa tuhanmu tidak bisa beranak dan diperanakkan. Koplak dah.

.

kuisa wrote:Ketika bicara The One, tidak ada saingan, maka tidak perlu lagi perbincangan beranak tidak beranak. Masalah anda kan pseudo yang memungkinkan terjadinya kontradiksi. Sampai kapanpun anda takkan mampu naik ke level pemahaman saya kalau anda terus menerus berpseudo.

Kamu sekali lagi menunjukkan kontradiksi. Justru bila tuhan mu the one lah yang membawa implikasi logis bahwa dia fallacy, karena segala sesuatu absolut dalam hakikatnya. Saya secara sederhana sudah merumuskannya dalam pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan tuhan islam mampu melakukan APAPUN? Pertanyaan yang simple, tapi jawabanmu selalu hanyalah cuap-cuap kosong.

kuisa wrote:Hohoho… jadi sekarang anda mengkonfirmasi bahwa tuhan yang bertanggungjawab atas kematian, anda sudah setuju dengan Pak Jack, itu bukannya menjilat ludah sendiri ya :-k

rahimii wrote:Bukankah saya sudah berulang kali katakan, kemampuan kamu mencerna kalimat itu sungguh memalukan. Bagaimana otakmu yang dodol bisa menyimpulkan saya “mengkonfirmasi bahwa tuhan yang bertanggungjawab atas kematian” dari pernyataan saya bahwa tuhan “membiarkan” orang mati dan tidak “menyebabkan” orang mati? Cerna dulu baru menulis tong..otak itu mbok ya dipake, jangan sekedar bernafsu merespon supaya terlihat mampu.

kuisa wrote:Apakatamulah, mungkin yang benar, tuhan 1 membiarkan tuhan 2 mati, atau tuhan membiarkan dirinya mati, atau bapak membiarkan anaknya mati, atau tuhan kalah dan terpaksa menerima dicabut nyawa oleh iblis, atau tuhan sengaja mati agar bisa rebut2an kunci. :-k

Nafsumu saja yang besar dalam memahami sisi dogmatik keyakinan lain. Saya sendiri bingung, mengapa kamu gemar sekali membahasnya? Lumayan kalau akurat, lah kamu sendiri tidak mengerti apa yang kamu katakan tentang keyakinan orang itu. Pemahamanmu jangan dilandaskan dari view islam tong..

kuisa wrote:Pengujian? jauh2 hari sudah saya patahkan masih aja diangkat2, itu yang namanya debat kusir Pak! Emangnya argumen apa yang anda punya untuk memaksakan teori2 anda?

rahimii wrote:Untuk membuktikan sebuah klaim ketuhanan, satu-satunya saringan yang kita punya adalah pembuktian logika. Jika buktimu hanyalah pernyataan dan klaim-klaim kosong, itu sama sekali bukanlah bukti. Saya menantang kamu untuk membuktikan secara logika kebenaran premis dari argumentasi “segala perilaku manusia, setan dan binatang terjadi atas izin tuhan” Sebelum kamu mengklaim mengetahui hal-hal yang tidak kamu alami sendiri, kamu pertama harus membuktikan apakah klaim mu itu masuk akal atau tidak. Ini sangat standard dalam diskursus logika. Saya quote lagi pertanyaan saya :
Bagaimana cara kita menentukan apakah sebuah premis adalah benar adanya?

1. Premis benar karena dapat diterima akal sehat
2. Premis dikonfirmasikan oleh pengalaman pribadi, percobaan, penyelidikan
3. Kebenaran premis diterima karena disaksikan oleh para ahli
4. Premis itu lahir dari proses rasio (deduktif atau induktif) atas dasar beberapa premis lain diterima sebagai kebenaran
5. Premis benar karena kita menerima saksi mata dari premis tersebut.

Diatas adalah pertanyaan saya, silahkan tunjukkan dimana kamu pernah patahkan dan membantahnya. Quote disini jawabanmu atas pertanyaan diatas, jangan membual tidak tahu malu kamu..

kuisa wrote: =; Cari sendiri sana halaman 1 sampai 6.

Cara cepat untuk menghindar. Kalau pusing sekaligus menjawab kelimanya, jelaskan yang no 1 aja dulu tong. Sudah berkali-kali saya minta. Mengapa kebenaran premis dari argument "semua perilaku manusia, binatang dan setan terjadi atas izin tuhan islam" dapat diterima akal sehat? Please, jangan berikan jawaban karena muhammad sudah membuktikannya, quran sudah menuliskannya, olloh sudah mengatakannya di quran. Berikan jawaban yang logis. Pernyataan muhammad, quran dan olloh mu sama sekali bukan bukti. Pernyataan hanyalah pernyataan. Apalagi secara empiris tuhan arabmu itu sendiri tidak bisa dibuktikan eksistensinya. Paham ya tong?

kuisa wrote:Untuk mempersingkat bahasan, karena saya ingin sekali masuk ke babak berikutnya. Saya ingin bertanya 1 hal:
Apakah menurut anda, seluruh alam semesta ini tanpa kecuali diciptakan oleh tuhan? Adakah hal2 yang tidak diciptakan Tuhan?

rahimii wrote:Untuk pertanyaan keduamu, kamu tanyakan saja kepada ustadz dan kiyaimu. Dalam argument-argument saya, posisi saya sudah jelas dalam memandang sebuah konsep ketuhanan yang reasonable sesuai keyakinan saya.

kuisa wrote:Tanpa penjelasan nih, koar2 reasonable?
Nih saya berikan pilihan:
Jika anda mengatakan ya semua hal diciptakan tuhan, maka anda setuju bahwa Tuhan adalah The One dan tidak punya saingan, dan saya tidak perlu berpanjang2 cerita dan melayani kemampuan debat kusir anda.
Jika anda mengatakan tidak dan ada hal2 yang tidak tuhan ciptakan, maka itulah yang saya sebut 1+1=2, sebetulnya ada 2sosok super dan saling mengalahkan, rebut2an kunci dll dan kembali anda akan menghadapi pilihan kontradiksi tidak bisa tapi tidak terbatas.

Bagaimana?

rahimii wrote:Untuk apa kamu menanyakan itu pada saya? Supaya terlihat hebat ya? Bikin pertanyaan sendiri, bikin jawaban pula sendiri. Saya tidak ngomong apa-apa malah kamunya bisa simpulkan pendapat saya pula. Sepertinya kamu butuh sekali pengakuan ya? Fokus dulu dengan trit mu ini. Untuk pertanyaan lain, saya sudah sarankan kamu buat trit tersendiri yang terstruktur dan argumentatif tapi tidak melanggar aturan forum. Bisa tidak kamu? Atau bisanya cuma copy paste?

kuisa wrote:Pilihan sudah dikasih, tetap saja berkilah sana sini, bagaimana mau maju sih Pak?

Siapa kamu kok berani-beraninya ngasi pilihan ke orang lain? Tahu malu sedikit tong..hipotesamu saja ngawur, b0doh amat saya kalau menanggapi. Buat trit tersendiri aja tong, atau kalau kamu punya hal lain yang mau kamu sampaikan sesuai topik trit mu ini, ya sampaikan saja. Kok minta orang memilih? Maksa lagi..

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

PKS Partai Mesum
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: