//
you're reading...
Common

Setan itu makhluk, tidak mungkin menyaingi Tuhan

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

Allah swt disebut muslim maha kuasa secara absolut. Ia menjadi centre of gravity semua aktivitas para makluk maupun aktivitas non makluk. Sebagai centre of gravity Allah swt menjadi pusat segala-galanya dalam Islam. Semua yang terjadi sejak jaman purba, kini dan sampai masa yang akan datang merupakan akibat langsung dari kuasa si Allah swt. Demikian juga apa yang terjadi sejak manusia ada atau dilahirkan hingga manusia disidang (hisab) kelak. Allah swt telah menetapkan sebuah skenario tanpa bantahan bagi manusia muslim. Siapa yang boleh mengingkarinya? Tidak ada, kecuali hanya seorang bernama Muhammad SAW.

Muhammad pun punya kuasa yang maha mutlak, tak terbantahkan sampai tak boleh dipertanyakan. Ia berkuasa atas harta rampasan perang, wanita-wanita jarahan, berkuasa membuat aturan dan berkuasa pula untuk melanggar aturan yang ia buat, berkuasa untuk melakukan fitnah keji, berkuasa untuk memerintahkan pembunuhan, berkuasa…berkuasa dan berkuasa. Saking berkuasanya, kedudukan Muhammad disejajarkan dengan Allah swt. Kesejajaran ini menimbulkan kecurigaan bagi orang waras jangan-jangan Allah swt itu sebenarnya adalah Muhammad. Apa lagi kita tahu cerita atau kisah Allah swt hanya dikenal lewat satu orang aktor pemeran. Siapa dia? Siapa lagi kalau bukan Muhammad SAW. Adakah orang arab lain yang menceritakan kisah-kisah Allah swt versi Islam ini sebelum kelahiran dan pengakuan kenabian oleh Muhammad? Jawabannya pasti tidak ada! Adakah orang Arab yang ketibaan ayat dari Allah swt sebelum Muhammad SAW mengangkat dirinya sendiri sebagai nabi? Jawabannya, tetap sama, TIDAK ADA! Adakah orang lain yang menjadi nabi Islam di kalangan Arab sebelum keberadaan Muhammad terdeteksi? Juga tidak ada!

Persoalannya semakin terang lagi mana kala ayat demi ayat diklaim hanya turun di pangkuan Muhammad seorang diri. Seluruh ayat-ayat semuanya menggambarkan dengan jelas psikologi Muhammad dengan nada penuh haus kekuasaan, haus pengakuan, haus harta rampasan, haus wanita-wanita sumber kenikmatan Allah swt dan haus haus lainnya. Untuk tujuan memenuhi rasa haus yang tinggi, Muhammad mencatut kisah kaum Iraelitis, mencatut nama-nama nabi mereka, mencatut aturan-aturan mereka dengan modifikasi penyesuaian atas segala rupa rasa hausnya. Semua barang catutan Muhammad dari kaum Iraelitis dimanfaatkan untuk tujuan pemenuhan rasa haus tersebut.

Tidak puas hanya mencatut dari kalangan Israelitis, Muhammad SAW pun mencatut dari berbagai sumber pagan seperti kaum Sabian, Zoroastrian, Kristen Nestorian/Ebioni (aliran Waraqah bin Naufal) sembari menghina pemilik asli catutannya dengan cara pengkafiran dan pembantaian dan pengusiran mereka dari tanah Arab. Menjadikan mereka sebagai kaum Dhimmi apabila bersedia membayar upeti uang kemanan untuk Muhammad dan gengnya.

Semua catutan ayat dan kisah terjadi di masa klaim kenabian Muhammad.

Semakin bertambah terang lagi manakala Muhammad SAW mati. Kematian Muhammad SAW menjadi penyebab Allah swt mengidab invaliditas dalam berkarya menelurkan ayat-ayat. Tidak ada kan ayat produksi si Allah swt turun kepada para konco-konco Muhammad yang lain? Ya jelas tidak ada. Mana ada muslim yang sanggup memberikan satu contoh pun ayat yang turun dari mulut Allah swt sepeninggal Muhammad? Emang mereka berani mengatakan ada kalau tak mau disebut telah mengkafirkan diri sendiri? Lho, katanya Allah swt maha kuasa, koq ayat-ayatnya baru seupil saja sudah minggat entah kemana. Berbarengan pula dengan minggatnya Muhammad ke negeri antah berantah.

Kalau bangsa Bangsa Yahudi bangga dengan sederet nama nabi besar mereka dengan rantai sambung-menyambung menjadi satu, muslim bangga dengan nabi one man show. Entah dimana sanadnya kisah Isrelitis tersebut bisa dikatakan nyambung dengan Muhammad sehingga kisah yang diceritakan Muhammad kepada muslim dapat dianggap sebagai kisah yang valid alias kisah Hasan Sahih. Muhammad sendiri tak dapat menerangkan validitas kisah Israelitis hasil utak atik gatuknya. Menyebabkan Muhammad seringkali dipermalukan kaum Yahudi di Arab ketika itu. Ketiadaan hubungan sanad ini menyebabkan seluruh hasil catutan Muhammad menjadi palsu.

Menurut klaim muslim, ketunggalan peran kenabian ini dianggap sebagai tanda penutup kenabian. Lagi-lagi sebuah klaim palsu, sebab di dalam Kekristenan sendiri, sebagaimana yang pernah saya baca, jabatan kenabian dan kerasulan tercatat akan dipulihkan kelak. Artinya jelas Muhammad dan muslim tidak tahu bahwa Tuhan yang mutlak yang disebut Maha kuasa masih akan terus mencari orang-orang layak untuk menyampaikan keterangan-keterangan tentang apa yang harus dilakukan oleh manusia di suatu tempat dalam menyembah diri-Nya. Klaim sebagai penutup kenabian berdampak pada penghinaan terhadap kemakuasaan itu sendiri.

Ada muslim yang mengklaim Allah swt sudah menganggap cukup apa yang dia imlakan kepada Muhammad lewat jibril sebagai panduan kehidupan kaum Muslim. Nyatanya, banyak ayat Quran yang kini malah tidak dianggap sebagai panduan dalam dunia teknologi modern ini. Panduan dalam pencarian ilmu sains? Sains apanya jika menyebut matahari tenggelam dimana masih salah? Sains apanya kalau Quran percaya bahwa wanita yang keguguran pada tahap tertentu akan mengeluarkan tulang-belulang semata? Sains apanya jika masih mengklaim demam berasal dari api neraka, bukan karena reaksi antibodi melawan infeksi kuman? Sangat banyak yang telah usang dan tak terpakai, termasuk juga dalam masalah moralitas. Panduan moral apa sih yang didapat muslim kalau Quran mengatakan boleh menggenjot para pembantu seenak udel mereka tanpa harus menikahi sah menurut kepatutan? Panduan moral apa sih yang didapat muslim ketika Quran mengijinkan menyetubuhi wanita yang belum haid? Coba mereka terapkan panduan moral yang berasal dari contoh sang suri tauladan mereka. Dijamin mereka dapat dibui oleh Polisi.

Terbukti di jaman modern ini Islam diwarisi panduan yang ketinggalan jaman. Panduan model begini seharusnya diupdate oleh Allah swt untuk menyesuaikan dengan perkembangan peradaban manusia yang semakin naik hari demi hari. Dengan begitu tugas Allah swt seharusnya berlangsung secara terus menerus sampai muslim menemukan rumusan abadi untuk urusan perbaikan moral, misalnya. Dan untuk menjaga keberlangsungan penyampaian tuntunan itu kehadiran Allah swt di tengah-tengah umat muslim semestinya perlu tetap terpelihara melalui pengangkatan nabi-nabi lain setelah Muhammad dari kalangan rantai pewaris kekuasaan Islamiyah. Karena itu pula maka Umar RA selayaknya ditemui Jibril dan diberi mandat untuk menyambung tugas Muhammad, dan seterausnya sampai pada ulama untuk masa yang dirasa cukup. Harus ada rentang waktu penyesuaian disana sini terhadap perkembangan jaman melalui pengangkatan orang-orang yang layak dipandang memangku jabatan kenabian dalam rantai kenabian dari pangkal Muhammad.

Ini yang tidak dimengerti hampir semua makluk Muslim. Saya pikir mereka sudah terperdaya oleh tipuan-tipuan Muhammad tentang makna nabi penutup yang dicuatkan dirinya. Agama perlu mengusung sikap progresif sebagai identitas kesahihannya bagi kemaslhatan umat manusia. Seperti misalnya Yudaisme yang progressif melakukan penyesuaian dengan perkembangan pemikiran kemanusiaan. Dengan begitu Agama mampu menjadi dasar yang kokoh menjaga tertib masyarakat, mampu pula mendorong perkembangan peradaban bagi pemeluknya. Agama Islam jelas tidak punya kapasitas progressif ini. Ada kelompok sarjana Islam yang tertarik dalam pengembangan pemikiran Islam. Mereka mencoba menafsirkan ulang seluruh hukum-hukum Islam untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Faktanya, dilapangan tetap menemui benturan dengan pemikiran ortodoksi. Mana negara yang telah mengalami pembaharuan pemikiran Islam itu? Apa dampaknya bagi penerapan pemikiran ulang mereka? Faktanya, ada banyak pemikiran pembaharuan tersebut masih terbatas ditingkat wacana. Tidak dapat dibumikan akibat ditengarai berdampa kehilangan roh Islam. Pasalnya banyak pemikir pembaharu dikalangan Islam sering kali mencoba mengislamkan hukum-hukum sekuler.

Pergulantan pemikiran seperti itu inilah akibat tidak kompletenya panduan yang diturunkan Allah swt kepada Muhammad. Muslim yang kepedean doang yang berhayal semua aturan syariah, aturan moralitas telah mencukupi. Fakta dilapangan sesungguhnya yang paling benar dalam menggambarkan poority of law Islam.

Tak dapat disangkal lagi, kematian Muhammad adalah pertanda turut matinya Allah swt. Pertanda pula Allah swt tidak punya sifat Maha Kuasa. Segala klaim kemahakuasaan Allah swt omong kosong!

Allah swt bersifat sattanic sepenuhnya muncul dari pemikiran demonis Muhammad. Muhammad mengakui itu dalam Quran. Bahkan Muhammad menyebut dirinya telah berteman dengan para demon aka jin. Kehendak Muhammad menjadi kehendak Allah swt. Muhammad satu-satunya sumber hukum bagi Islam, tetapi Muhammad pula yang boleh melanggar aturan hukum. Ia memiliki priviledge penuh dalam membebaskan diri dari aturan hukum tersebut. Cukup dengan mengatakan TAAT PADA MUHAMMAD sama dengan TAAT PADA ALLAH SWT!

Tidak ada yang baik dan jahat dimata Muhammad selain dari keinginannya sendiri. Apa yang dia sukai dia katakan baik dan perlu untuk muslim. Apa yang tidak disukainya adalah jahat baginya dan juga bagi muslim. Quran mengatakan, tidak ada aturan lain selain apa yang sudah ditetapkan nabi, maka muslim harus menerimanya sebagai bentuk kebenaran. Gak penting kebenaran yang dimaksud muhammad akan mencederai hak hidup orang lain. Yang penting ASAL NABI SENANG, MUSLIM PUN SENANG! Jika Muhammad mengatakan kotorannya halal (keringat, liur dan eek) dan membawa berkah, pengikutnya langsung sontak mendadak buta nalar dalam mengamini klaimnya. Mereka menampungi dengan cara menadahkan tangan ketika Muhammad meludah, kemudian ludahnya itu diusapkan kewajah mereka, sebab kata Muhammad ludahnya membawa berkah. Lebih buta lagi ketika mereka menyebut moralitas muhammad yang bangkrut sebagai teladan sempurna. Muhammad SAW meniduri istri-istri sahabatnya, para wanita mukmin yang menyerahkan diri (vagina mereka) untuk dinikmati Muhammad SAW untuk beberapa saat. Muslim tidak merasa terganggu nuraninya ketika mengetahui hal itu. Juga tidak terganggu ketika sang mantu nabi disenggamai tanpa melalui proses pernikahan sesuai kepatutan adat dan agama. Muslim lagi-lagi tidak terganggu nuraninya. Muhammad melakukan perampokan berdarah, penjarahan harta kaum Yahudi Quraidha dan Kaybar, dianggap muslim sebagai wujud kemaha azaban Allah swt, bukan sebagai bentuk kerendahan moral, etika dan kepatuhan hukum kemasyarakatan.

Muhammad SAW dan Allah swt gitu lho? Sang Pemilik kebebasan Mutlak dalam menyingkirkan etika yang dia bangun sendiri.

Allah swt adalah ilah sattanic full color.

Itu sebabnya Muslim wajib bangga memiliki sembahan sattanic.

Mana pernah muslim mendapat inspirasi tentang Tuhan yang Maha Kuasa di dalam keseluruhan kebenaran mutlak. Muslim sendiri tidak dapat mendefinisikan apa itu kebenaran mutlak, sebuah kebenaran yang benar disepanjang segala jaman. Muslim tidak pernah belajar kalau Tuhan bukanlah oknum pembunuh. Yang diajar pada mereka Allah swt pemberi kehidupan sekali gus pula pembunuh kehidupan. Muslim memberi nama bagi Allah swtnya sebagai YANG MENGHIDUPKAN dan YANG MEMATIKAN.

Muslim mengira mereka dapat memaksakan pemahaman idiot ini kepada kair melek, maka mereka tetap ngotot. Padahal ada banyak kafir melek yang meyakini bahwa tokoh pembunuh satu-satunya adalah iblis. Kematian bagi kafir adalah dampak dari hasil kerja iblis yang telah menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan dosa. Dosa adalah sumber segala maut. Muslim tidak tahu bahwa kehendak Sang Tuhan semata-mata memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk. Muslim juga tidak tahu jika Sang Tuhan tidak pernah merencanakan satu kali pun mencabut kehidupan manusia ketika manusia itu diciptakan. Cerita kafir tentang ini dianggap sepi semata-mata demi menolak kontradiksi dengan ajaran sesat idiot Islam.

Muslim tidak mau membuka wawasan membaca buku-buku tentang bagaimana proses kematian yang dialami oleh orang-orang yang pernah mengalaminya namun kembali hidup. Itu sebabnya mereka tidak dapat membandingkan realitas spiritual dengan konsep kematian dalam Islam. Karena itu mereka tetap menutup diri dari kebodohan Islamiyah. Ali Sina yang semi Atheis pun pernah mengatakan telah membaca banyak kesaksian orang-orang yang mati suri, bahkan dari beberapa mereka pernah diwawancarai Ali Sina untuk mengorek keterangan. Apa yang ditemukan Ali Sina dari keterangan orang-orang semacam itu, ia menarik kesimpulan bahwa kisah tersebut kemungkinan benar. Termasuk saya pun pernah membaca buku kesaksian seperti ini dari kumpulan tulisan orang yang dijilid menjadi satu. Saya tidak menemukan satu kali pun pernyataan mereka bahwa yang membuat mereka mati adalah Sang Tuhan. Ketika ruh mereka terpisah dari jasad, mereka tidak melihat ada Tuhan di samping mereka, tidak pula ada malaikat pencabut nyawa seperti keterangan ajaran Islam tentang ini.

Muslim tidak pernah diberitahu bahwa ruh manusia tidak sudi tinggal di dalam jasad yang telah mengalami degradasi selamanya. Itu sebabnya pula muslim tidak pernah berfikir bahwa jasad itu akan ditinggal ruh ketika mengetahui jasad tersebut bukan lagi tempat tinggal yang layak, dan itu terjadi secara spontan tanpa campur tangan pihak lain, entah itu malaikat atau Tuhan. Mekanisme jelas, tubuh tak layak huni akan ditinggalkan. Ada satu kesaksian menarik yang ada di ffi ini tentang seorang yang awalnya mengaku Atheis. Ketika dirinya mengalami kematian, ruhnya keluar secara spontan dan merasa dirinya sangat ringan sehingga dapat terbang jauh dalam sekejab mata pada kecepatan tinggi. Mula-mula ia menemukan kegelapan meliputi dirinya. Dan apa yang terjadi kemudian menurut pengakuannya, segerombolan makluk aneh dan mengerikan mendatanginya dan kemudian memukuli bertubi-tubi. Ia merasa kesakitan namun tak kuasa minta pertolongan. Setiap ia memohon ampun, gerombolan makluk seram itu bertambah semangat menghajarnya. Akhirnya ia pasrah menerima hajaran tersebut. Hal yang menyelamatkan dia ialah ketika ia teringat masa kanak-kanaknya sebagai anak seorang Kristiani yang pernah diajari bernyanyi tentang Tuhan orang Kristiani. Setiap kali ia menyebut nama Tuhan orang Kristiani, ia menyadari gerombolan makluk seram itu menghentikan aksi memukulinya. Mengetahui hal itu, ia pun tambah semangat menyanyikan nyanyiannya, bahkan suatu detik kemudian dia memberanikan diri memanggil nama Tuhan orang Kristiani. Apa yang terjadi kemudian, sang pemilik nama datang bersama para malaikat menemuinya. Mengetahui sang pemilik nama datang, gerombolan mahkluk seram itu pun kabur dan tempat yang semula gelap menjadi terang benderang.

Itu adalah kisah seorang yang mulanya Atheist, mengalami mati suri. Jelas tidak ada kisah apapun tentang Tuhan atau malaikat pencabut nyawa diceritakan. Saya pun membaca kisah lain tanpa satu kali menemukan bukti kesesuaian klaim Islam.

Kalau begitu, muslim akan bingung lagi. Jika Allah swt menciptakan iblis tentunya Allah swt pun pasti menciptakan kehendak menyesatkan dalam diri Iblis. Dengan kata lain Allah swt sesungguhnya tokoh penyelenggara kejahatan manusia. Bukankah ini sama saja melemparkan penghinaan kepada Allah swt setelah dirinya diklaim sebagai YANG MAHA PENGASIH? Lha, koq tega berbuat kejam menyesatkan manusia? Dimana letak Kasih Allah swt jika sejak awal punya niatan tidak baik bagi kehidupan manusia? Atau Allah swt sebenarnya merupakan tokoh yang senang melakukan sadisme dan menonton bagaimana akibat sadisme bekerja pada manusia?

Dalam Islam, kejahatan tidak dipandang sebagai ekspresi dari sikap memberontak terhadap Allah swt yang lahir dan timbul di dalam diri ciptaan dampak dari pemberian kehendak bebas. Segalanya merupakan hasil upaya dan kreasi Allah swt yang telah ditetapkan blue printnya di Lauh Mahfudz. Allah swt adalah dalang semua yang terjadi. Apakah pantas Allah swt menuntut ketaatan padanya padahal ketidaktaatan itu sendiri merupakan karyanya? Seharunya Allah swt menuntut pertanggung jawaban dalam dirinya sendiri, mengapa ia terlanjur menciptakan penyesatan. Tetapi Allah swt bukanlah sosok yang dipenuhi rasa tanggung jawab moral. Ia lebih memilih menyingkirkan tanggung jawab dari bahunya kemudian meletakkan tanggung jawab yang seharusnya ia pikul, menimpakannya kebahu manusia. Allah swt cuci tangan.

Bahkan menyedihkannya, Allah swt melemparkan kesalahannya kepada manusia, menipunya dengan mengatakan manusialah yang buta mata hati nurani. Padahal ia sendiri mengatakan mengunci mata hati manusia sesat. Kasar sekali permainannya. Tak punya sedikitpun sikap welas asih. Sudah membuat manusia sesat, menyediakan pula dapur api yang panasnya nauzubile. Bukankah lebih tepatnya dapur api itu diperuntukkan bagi Allah swt dari pada manusia? Tentu. Oleh karena itu mari kita ramai-ramai merantai Allah swt dan melemparkan dirinya ke jurang kematian neraka.

hihihi

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesiahttp://cdn.kaskus.com/images/2014/03/20/2551788_20140320105418.jpg
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: