//
you're reading...
Common

si orang Yahudi mengajukan klaimnya

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

Mhd61l4 wrote:Dalam contoh yang diberikan, seharusnya/dan kalau terkait dengan perikop di Alkitab Perjanjian Baru tentang cerita wanita yang berdosa karena berzinah, maka keinginan orang Yahudi untuk menghukum perempuan berdosa karena berzinah adalah bentuk klaim/pengakuan suatu fakta yang sudah menjadi hak (orang yang diberikan wewenang untuk menjalankannya) si subjek untuk menghukum.

Benar bahwa hukumannya belum terjadi, sama seperti contoh dari definisi yang disampaikan: pemerintah Indonesia akan mengajukan — ganti rugi kpd pemilik kapal asing itu —> si orang Yahudi mengajukan klaimnya, yaitu keinginan untuk menghukum.

Disitulah letak perbedaan yang saya maksudkan, karena keinginan si orang Yahudi adalah bagian dari klaim yang diajukannya, bahwa klaim untuk menghukum "karena wanita itu berzina." bukan karena si pengklaim (orang Yahudi) berdosa atau tidak berdosa.

Memang menghukum orang berdosa adalah hak dalam kasus itu, jadi hukuman bagi wanita berzina dapat di klaim.
Contohnya seperti Jaminan Hari Tua Jamsostek yang bisa kita klaim

Masalahnya adalah si yahudi itu akan melaksanakan klaim, dan Yesus mencegah niat si yahudi untuk meng-klaim, bukan mempersoalkan / menyerang klaim itu

Contoh :
pemerintah Indonesia akan mengajukan klaim ganti rugi kpd pemilik kapal asing itu;
arti klaim tersebut adalah tuntutan, sehingga bisa diubah jadi
pemerintah Indonesia akan mengajukan tuntutan ganti rugi kpd pemilik kapal asing itu;
Bukan niat pemerintah yg akan mengajukan adalah merupakan klaim, tapi tuntutan itu yg merupakan klaim

sama seperti :
Orang yahudi ingin klaim terhadap wanita itu
Klaimnya adalah hukuman untuk orang berdosa, keinginan untuk klaim bukanlah merupakan klaim

Contoh neh kalo keinginan itu merupakan klaim :
Si tono berangkat pagi2 ke jamsostek karena ingin klaim
kemudian :
Petugas : Ada apa mas ?
Tono : Saya mengajukan klaim pak
Petugas : apa klaimnya mas ?
Tono : Klaimnya adalah keinginan saya untuk klaim
Petugas : ??

Mhd61l4 wrote:Ya ngga lah sis…. coba perhatikan lagi kalimat pembandingnya.
– Orang yang hendak kepesta seharusya (terbukti) bersih dan rapi.
– Orang yang hendak dihukum seharusnya (terbukti) yang bersalah.

Aq bicara tentang subjek, bukan objectnya, jadi bagaimana kalo menurut Yesus itu orang yang menghukum seharusnya tidak berdosa ?

Mhd61l4 wrote:Tergantung pernyataan klaimnya terhubung dalam pola sebab akibat atau tidak Sis.
Justru saya sepakat dengan pendapatmu yang awal, bahwa tidak semua serangan pribadi dikatagorikan ad hominem.
"kamu tidak boleh ke pesta karena kamu bau!" Kenyataan si "kamu" bau, itu tidak ad hominem.
Yang ad hominem "kamu tidak boleh ke pesta karena kamu jelek!" Yang tidak boleh kepesta itu kalau bau.

Kalo kenyataannya si "kamu" itu tidak bau, maka jadi ad hominem ?
Kalo itu pesta untuk orang2 jelek, maka berarti itu tidak ad hominem ?

Apa bedanya dengan menuduh atau memfitnah atau berprasangka ?
Apa bedanya dengan larangan beserta alasannya ?

Kalo itu terjadi maka ad hominem tidak bisa dinyatakan secara pasti, semuanya relatif, karena bau atau jelek itu relatif

Jadi simpel saja , mengapa aq tidak mengatakan itu ad hominem, karena tidak ada klaim dan tidak ada penyerangan terhadap klaim

http://id.wikipedia.org/wiki/Ad_hominem
ad hominem, adalah upaya untuk menyerang kebenaran suatu klaim dengan menunjuk sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut.

Sekali lagi, suatu pernyataan bisa masuk ke dalam ad hominem atau tidak ad hominem (lihat definisi yang ada), tergantung dari sebuah pernyataan klaim; serangan terhadap subjek berdasarkan klaim dapat dibuktikan atau tidak; terhubung atau tidak terhubung dengan pernyataan dalam pola sebab akibat.

Kalo itu terjadi maka ad hominem tidak bisa dinyatakan secara pasti, semuanya relatif, karena bau atau jelek itu relatif

Ad hominemnya Sis,
– si perempuan berdosa tersebut (hendak) dihukum karena berzina, tidak ada pola hubungan sebab akibat dengan dengan subjek (Yahudi) yang mau menghukumnya.
– apakah si yahudi berbuat dosa atau tidak berbuat dosa.

Sebagai pembanding:
Yesus : Kamu tidak boleh menghukum wanita berdosa itu karena berbuat zina, karena kamu tidak memiliki hak untuk memberikan hukuman.
– Kamu tidak boleh menghukum wanita berdosa itu, ada hubungan sebab akibat jika
– Si Yahudi tersebut tidak mempunyai hak untuk memberikan hukuman.

Itukan menurutmu, makanya aq tanya, bagaimana jika menurut Yesus itu bahwa orang yang menghukum itu seharusnya tidak berdosa ??

Untuk contoh yang Sis sampaikan di atas, justru Yesus tidak menjadi ad hominem karena tidak menyerang subjek yang mengklaim, malah mendukung pernyataan klaim dari subjek dengan mempersilahkan untuk menghukum perempuan yang berdosa, walaupun kalau dibalik seperti yang Sis sampaikan artinya sama saja.

Lho katamu kalo dibolak balik malah ad hominem katamu, seharusnya dibolak-balik tetep tidak ad hominem

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

Koruptor Koalisi Prahara Prabowo Hatta Rajasa
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: