//
you're reading...
Common

Kisah Ketika Rupiah Jadi Bahan Ejekan Orang Malaysia!

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

http://herdarupurnomo.blogdetik.com/2012/12/12/rupiah-redenominasi/
December 12

Kisah Ketika Rupiah Jadi Bahan Ejekan Orang Malaysia!
Posted on December 12th, 2012 at 11:18 AM by herdarupurnomo

Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup disegani di dunia. Ketika perekonomian global dilanda badai krisis ternyata Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Tak hanya itu, tingkat inflasi di Indonesia sangat terkendali yang tercatat stabil di bawah 5%.

Terlepas dari itu semua, pemerintah nampaknya belum ‘pede’ dengan sebuah alat perekonomian yang disebut nilai tukar. Mengapa?

Baru-baru ini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah membentuk sebuah tim yang berada di bawah Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) untuk menindaklanjuti proses penyederhanaan angka nol dalam rupiah alias redenominasi.

Isu mengenai redenominasi telah dijadikan studi khusus di bank sentral sejak lama. Hal ini mengacu setelah hasil riset World Bank yang menyebutkan, Indonesia termasuk negara pemilik pecahan mata uang terbesar kedua di dunia setelah Vietnam. Uang pecahan terbesar di Indonesia Rp 100.000, hanya kalah oleh dong Vietnam (VND) 500.000.

Sebelumnya, detikFinance akan menceritakan pengalaman menarik yang baru-baru terjadi ketika bertandang ke Singapura menghadiri acara Tahunan Kedirgantaraan yakni Singapore Air Show 2012.

Dalam perjalanannya di Singapura, dikenalkan oleh Maya Siti, warga keturunan Malaysia yang menetap di Singapura. Maya bekerja sebagai pemandu wisata atau gaet. Ia menceritakan bagaimana indahnya Singapura dan menjadi salah satu tempat yang menarik untuk berbelanja.

Ada hal yang cukup menarik yang dikatakan Maya kepada para turis yang sebagian besar memang orang Indonesia.
“Di Singapura kita bisa berbelanja dimanapun. Karena sebagian besar di Singapura adalah mall dan tempat belanja. Anda juga bisa makan di restoran mana saja, karena banyak restoran halal di sini,” ungkap Maya.

“Untuk makan, rata-rata hanya 10 sampai 15 dolar Singapura. Tak mahal lah, jika dibandingkan dengan di Indonesia. Di Indonesia katanya sekali makan sampai 15.000 yah? banyak sekali kan. Di Singapura, 15.000 bisa beli mobil,” tuturnya sambil disambut tawa oleh para peserta.

Dengan candaan tersebut, terbesit bahwa rupiah cukup ‘terkenal’ dengan besarannya jumlah angka nol yang banyak.

Kembali ke wacana redenominasi. Salah satu alasan bank sentral menginisiasi redenominasi memang pada dasarnya untuk mengangkat ‘derajat’ rupiah. Selain untuk membuat ’simple’ perhitungan akuntansi.

“Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita akan menghadapi begitu banyak persoalan dari digit angka alat-alat perhitungan kita, akuntansi kita, kemudian alat hitung berderet-deret. Kan nggak bisa dihilangkan angka di belakang koma misalnya sampai 18 digit di belakang koma, coba? Membacanya saja bingung,” tegas Gubernur BI Darmin Nasution beberapa waktu lalu yang dikutip kembali, Senin (10/12/2012).

“Kita cinta sama rupiah kita, tapi ya kalau setiap menukar ke mata uang asing hati kita merasa tidak enak. Bagaimana mau cinta, kita perlu membuat dia menjadi kebanggaan orang dan bangsa kita,” kata Darmin dalam petikan wawancaranya kepada detikFinance.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sendiri menjelaskan beberapa alasan perlunya menyederhanakan angka nol dalam rupiah alias redenominasi mata uang. Alasan utamanya adalah penyederhanaan dalam pencatatan keuangan atau sistem akuntansi.

“Yang utama untuk menyederhanakan. Karena kalau dengan denominasi yang besar menimbulkan inefisiensi dalam jual beli. Oleh karena itu, perlu disederhanakan,” kata Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto.

“Redenominasi perlu dilakukan saat ini juga. Jangan lagi ditunda. Nanti berganti pemerintahan ya berganti lagi arah kebijakannya,” kata pengamat pasar uang Farial Anwar kepada detikFinance.

Menurut Farial, mata uang rupiah saat ini seperti sampah. Bayangkan saja, menurutnya US$ 1 sama dengan Rp 9.000.

“Rupiah seperti sampah. Memalukan sekali saat ini dan masuk terburuk di dunia. Karena US$ 1 sama dengan Rp 9.000 kan itu memalukan sekali di pasar,” terangnya.

Mantan Menteri Perekonomian dan Industri yang juga guru besar UI, Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengatakan rencana redenominasi perlu direalisasikan. Karena Indonesia salah satu negara yang memiliki mata uang dengan angka nol terbanyak sehingga pantas dikurangi.

“Saya kira mungkin ini harus dibicarakan lebih jauh yah. Kan sekarang paling besar itu pecahan Rp 100.000. Nol-nya banyak harus redenominasi,” kata Dorodjatun.

Dorodjatun mencontohkan ketika menjadi duta besar di AS, Ia sempat ke Istanbul Turki yang memang memiliki mata uang cukup banyak nol-nya. Alhasil Dorodjatun mengaku kaget ketika harus membayar hotel yang jumlahnya bisa miliaran.

Pengertian redenominasi sendiri adalah mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1 untuk menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih kecil. Dengan penyederhanaan itu maka hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan proses ini tidak mengubah daya beli masyarakat.

Redenominasi rupiah pada dasarnya merupakan hal yang baik. Langkah pemerintah yang diinisiasikan oleh Bank Indonesia untuk mengangkat ‘derajat’ rupiah merupakan hal yang membanggakan. Sukseskah redenominasi nantinya?

-dru-

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

Koruptor Koalisi Prahara Prabowo Hatta Rajasa
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: