//
you're reading...
Berita Nasional

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

https://id.berita.yahoo.com/guru-ngaji-cabuli-5-muridnya-dengan-dalih-supaya-011900332.html

Guru ngaji cabuli 5 muridnya dengan dalih supaya lebih pintar
Merdeka.com – Sab, 29 Mar 2014

MERDEKA.COM. Polres Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menangkap seorang guru mengaji berinisial MI (63) yang diduga telah mencabuli lima muridnya yang masih di bawah umur. MI diamankan setelah polisi setelah menerima pengaduan dari para korban dan didampingi orangtua masing-masing.

"Berdasarkan pengakuan para korban yang semuanya masih di bawah umur, aksi pencabulan itu terjadi saat korban sedang belajar mengaji di rumah MI," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Penajam Paser Utara, Ajun Komisaris Rio Martin seperti dikutip dari Antara, Sabtu (29/3).

Ke lima korban pencabulan guru mengaji tersebut kata Rio Martin Ritonga yakni, NL (14), IN (14), AM (13), dan AS (11) serta FA (12).

"Pelaku meraba dan menyentuh bagian sensitif para korban dengan dalih agar mereka bisa lebih pintar. Penangkapan terhadap MI dilakukan pada, Kamis (27/3) di rumahnya di RT 12, Tunan, Petung, setelah sebelumnya kami menerima pengaduan dari para korban yang didampingi orangtua mereka," katanya.

"Pelaku terancam penjara 15 tahun penjara karena melanggar pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak," ungkap Rio Martin Ritonga.

Kepada polisi, MI mengaku khilaf dan perbuatan itu dilakukan bukan atas dorongan nafsu.

"Saya hanya ingin agar mereka bisa lebih pintar dan memahami pelajaran dengan cepat dan bukan kerena nafsu," kata MI.

Aksi itu dilakukan kata MI berawal saat salah satu anak didiknya yang mengaku kurang bisa memahami pelajaran dan ingin pintar.

Setelah itu lanjutnya, dia meminta muridnya tersebut duduk sambil membaca sesuatu kemudian MI meraba tubuh korban yang dimulai dari pundak hingga kaki, termasuk meraba bagian sensitif korban.

"Saya melakukan itu sebanyak dua kali dan menyesal telah melakukan perbuatan itu. Saya meraba-raba dan mengelus-elus karena mereka meminta agar bisa pintar di sekolah," kata MI.

MAKASSAR – Sulawesi Selatan

http://regional.kompas.com/read/2012/10/03/17063180/Seorang.Guru.Ngaji.Cabuli.Santri

Seorang Guru Ngaji Cabuli Santri
Rabu, 3 Oktober 2012 | 17:06 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com – Seorang guru ngaji brinisial SY (67) warga Makassar, Sulawesi Selatan dilaporkan mencabuli santrinya, NS (9) yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar (SD).

Perbuatan SY terhadap muridnya itu dilakukan saat pelaku mengajar ngaji. Sebenarnya, perbuatan asusila pelaku sudah lama dicurigai warga sekitar, namun baru kali ini ketahuan. Pelaku pun nyaris menjadi bulan-bulanan massa.

Tindakan asusila itu terjadi di ruang mengaji di kediaman pelaku, Selasa (02/10/2012) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, korban terlambat pulang. Pelaku saat itu memasukkan jari tangannya ke kemaluan korban sambil meraba dan menciumnya. Sepulang dari ngaji, korban yang merasa kesakitan langsung mengadu ke orang tuanya.

Tak terima perbuatan itu, orang tua korban pun langsung melaporkan SY ke Mapolsekta Rappocini. Kepala Unit Reskrim Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Rappocini Inspektur Satu (Iptu) Andi Abdul Haris Abubakar yang ditemui Kompas.com, Rabu (03/10/2012) mengatakan, peristiwa itu terjadi saat rekan korban sudah pulang lebih dulu. Di situlah, aksi cabul pelaku dilancarkan.

"Korban yang sedang duduk di lantai. Saat itu pelaku mendekati korban dan memegang paha korban dan menciumnya sambil memasukkan tangannya ke dalam kemaluan korban. Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 82 KUHP dan UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 290 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tegasnya.

TABANAN – Bali

http://balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=2&id=49213

Senin, 14 Maret 2011 | BP
Ditahan, Guru Ngaji Hamili Siswi

Tabanan (Bali Post) -Oknum guru ngaji M EP (35), kini meringkuk di ruang tahanan Polres Tabanan. Warga Tabanan ini dilaporkan terlibat dalam dugaan perbuatan cabul hingga mengakibatkan seorang siswi MTs, CK (15), hamil, dan terpaksa berhenti dari sekolahnya.

Guru ngaji yang pernah menimba ilmu di Jombang, Jawa Timur, menurut Kasat Reskrim AKP Nyoman Wirajaya, seizin Kapolres Tabanan, Minggu (13/3) kemarin, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perbuatan cabul. Dia ditahan sejak Sabtu (12/3) lalu, setelah dilaporkan pada Jumat (11/3), dan dijerat dengan Pasal 81 (2) sub Pasal 82 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yang ancaman hukumannya berupa kurungan tiga sampai 15 tahun penjara.

Dalam proses penyidikan kasus tersebut, tidak mudah untuk mendapatkan keterangan dari CK yang kini tengah hamil sekitar enam bulan. Kepada penyidik, CK mengaku memang terlibat hubungan asmara dengan guru ngajinya itu hingga berlanjut ke hubungan lebih intim yang diakui hanya sekali di rumahnya pada 23 September 2010.

Namun, keterangan berbeda dari guru ngaji yang telah beristri dan dikaruniai seorang anak laki-laki itu justru mengaku enam kali meniduri CK. Menurutnya, perbuatan yang mereka lakukan itu atas dasar suka sama suka. (kmb)

JEMBER

http://www.tempo.co/read/news/2012/05/28/058406728/Guru-Ngaji-Cabul-Ditangkap-Polisi

SENIN, 28 MEI 2012 | 19:11 WIB
Guru Ngaji Cabul Ditangkap Polisi

TEMPO.CO, Jember – Husairi alias P. Saidah, 60 tahun, ditangkap tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jember, Senin, 28 Mei 2011. Husairi diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak di Dusun Dusun Ranggi, Desa Garahan, Kecamatan Silo. "Tersangka melakukannya di kali saat korban sedang mandi," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AJun Komisaris Polisi Makung Ismoyojati.

Kepada penyidik kepolisian, Husairi mengaku hanya memasukkan jemarinya ke dalam kemaluan Mawar –bukan nama sebenarnya yang baru berusia tujuh tahun). Husairi mengatakan tidak mampu menahan nafsu melihat anak yang biasa belajar mengaji kepadanya itu. "Saya khilaf, Pak," ujarnya.

Menurut salah seorang keluarga korban, Mohtar, kejadian diketahui ketika Mawar mengeluhkan rasa sakit pada alat kelaminnya. "Dia juga tidak mau lagi pergi mengaji," ucap Mohtar. Hasil pemeriksaan Puskesmas Silo menyebutkan luka di kelamin Mawar akibat gesekan benda tumpul.

Mawar akhirnya mengaku dicabuli Husairi ketika mandi di kali di pinggir dusun pada Minggu, 27 Mei 2012, sekitar pukul 15.30 WIT. Husairi, bapak satu anak itu merayu Mawar untuk mebersihkan punggungnya. Meskipun sempat menolak namun Mawar tak kuat menahan bujuk rayu guru mengajinya itu. Suasana yang sepi membuat Husairi semakin menjadi-jadi. "Dia juga mengiming-imingi akan memberi uang kepada Mawar," tutur Mohtar.

Husairi mengancam Bunga agar dia tidak menceritakan peristiwa itu kepada siapapun. Setelah puas melakukan aksi cabulnya, Husairi langsung langsung kabur.

Orang tua Mawar yang marah, kata Mohtar, sempat akan melakukan tindakan kekerasan kepada Husairi. Namun akhirnya mereka bersedia melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

TANGERANG

http://www.berita8.com/berita/2010/31/sang-guru-ngaji-cabul-membunyai-kamar-khusus-untuk-lakukan-sodomi-terhadap-7-korbannya

Minggu, 31 Januari 2010, 17:38
Sang Guru Ngaji Cabul Membunyai Kamar Khusus Untuk Lakukan Sodomi Terhadap 7 Korbannya

Tujuh sampai sembilan korban sodomi guru ngaji sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman di Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan diduga mempunyai ruangan khusus untuk memuaskan nafsu bejadnya.

Menurut Daim (50) salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan dari para pengakuan korban yang di sodomi Rahmani (46) dikatakan, sang guru ngaji tersebut melampiaskan hawa nafsunya disebuah kamar khusus dengan cara mengajak sang murid untuk memijat dirinya.

"Kalau saya dengar dari korban, katanya Rahmani mempunyai kamar khusus dan disitulah dia menyodomi murid-muridnya," katanya Minggu (31/1/2010) di Jurang Mangu Barat.

Sebelum melakukan seks dengan cara melalui dubur korban, sang murid diminta untuk memijit di kamar khusus.

"Sebelum korban dipaksa melayani hawa nafsunya, korban diminta untuk memijat Rahmani," tandasnya.

Sebelumnya di beritakan Sang guru ngaji serta pimpinan pondok pesantren tersebut diduga telah menyodomi muridnya sekitar tujuh sampai sembilan orang, salah satu korbannya adalah kerabatnya sendiri.

Kasus ini sedang diselidiki oleh Polsek Pondok Aren, Tangerang Selatan.(Fz/Cie/Cuk)

MALANG

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1361642/URLTEENAGE

Guru Mengaji Gerayangi Santi untuk Kesaktian
Oleh:
ekonomi – Minggu, 27 Maret 2011 | 04:00 WIB

INILAH.COM, Malang – Seorang guru mengaji Rois (54), sampai hati melakukan perbuatan amoralnya terhadap santri mengajinya sendiri, demi memenuhi kepuasan birahinya.

Warga Desa Tumpuk Renteng RT10/RW3, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menuturkan perbuatan cabulnya ini dilakukan sudah sejak lama.

Pencabulan yang dilakukannya sudah berlangsung sejak tahun 2009 lalu. Jam pelajaran mengaji yang diberikan Rois dengan dibantu anak dan istrinya, dilakukan di sebuah mushola dekat rumahnya. Biasanya, jam mengaji itu dimulai sekitar pukul 14.30 wib dan berakhir usai pukul 19.00 wib malam.

Entah sudah diatur sedemikan rupa agar tidak diketahui istri dan anaknya, Rois rupanya memanggil santri ngaji putri untuk masuk ke dalam rumahnya. Setelah itu, santri putri pun diminta masuk ke dalam kamar dan dijanjikan, akan diberi ilmu tenaga dalam. “Usai mengaji, mereka saya panggil dan saya ajak ke kamar rumah. Mereka mau saja dan nurut. Saya tidak memaksanya,” kata Rois.

Di dalam kamar itulah, Rois lantas menggerayangi tubuh santri putrinya. Lebih dari itu, ia juga memasukkan jari-jarinya pada kemaluan korban. Meski tidak menyuruh untuk membuka baju para santrinya, Rois mengaku jika terangsang, ia pun mulai memasukkan dan menempelkan alat vitalnya pada kegadisan korban.

Ironisnya, hal itu dilakukan Rois terhadap lima orang santri ngaji yang rata-rata, usianya masih di bawah 17 tahun. Aksi amoral Rois akhirnya terbongkar setelah satu santri putri yang mengaji dir umahnya, menceritakan pada orang tuanya. Tak hanya itu, santri bernama Nilam (bukan nama sebenarnya) kini dalam posisi hamil 7 bulan. Namun, dengan tegas, Rois membantah jika ia bukanlah bapak biologis dari santri ngajinya itu.

“Kalau ada santri yang hamil, saya tidak tahu. Bukan saya pelakunya. Saya hanya memasukkan jari dan menempelkan alat vital saja,” ucap Rois.

Atas perbuatannya, Rois bisa dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU Perlindungan Anak No.23 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Namun, melihat profesinya yang sungguh mulia sebagai guru ngaji itu, perbuatan Rois tak sepatutnya ia lakukan. Dengan menundukkan kepalannya, Rois mengaku salah. Ia pun menyesali perbuatannya yang tidak pernah terlupakan seumur hidup tersebut. [beritajatim/lal]

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia

Koruptor Koalisi Prahara Prabowo Hatta Rajasa
Foto Koalisi Koruptor Prabowo Hatta Prahara

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: