//
you're reading...
Common

dan hanya Allah yang lebih tahu

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

Saya yakin si Kuisa ciut nyalinya kembali ketika membaca keheranan kaum Quraisy yang dicatat Al-Quran di bawah ini. Tidak ada yang dapat dikatakannya kecuali hanya sebatas bilang : "Tuhan tidak beranak!, Allah swt mengkoreksi paham-paham sesat kaum Quraisy!" :lol:

"Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan."(QS Shad 38: 5)

Tuhan-tuhan yang mana tuh? tuhan-tuhan Arab politeis!

Mengapa mereka keheranan? Karena mereka tahu Muhammad pun memuja tuhan-tuhan itu sebelum ngaku-ngaku jadi nabi. sebelum menjadi nabi gadungan :lol: Tetapi tanpa punya rasa malu ingin memangkas sejumlah tuhan-tuhan arab dan menyisakan hanya satu saja, yaitu si Allah (Hubal = tuhan Baal) yang dulunya juga dipuja Abdullah bin Abdul Muthalib, ayah Muhammad itu.

Bahkan Abdullah bin Abdul Muthalib sendiri dahulu pernah hampir disembelih ayahnya, yaitu kakek Muhammad kepada Hubal sebagai korban di Kabah. Selanjutnya baca Sirah Ini:

Halaman 124

BAB 29
ABDUL MUTHTHALIB BERNAZAR MENYEMBELIH SALAH SEORANG DARI ANAKNYA

[justify]Ibnu Ishaq berkata bahwa banyak orang dan hanya Allah yang lebih tahu, Abdul Muththalib bernadzar–ketika orang-orang Quraisy menggali Sumur Zamzam– bahwa jika ia mempunyai sepuluh anak kemudian mereka besar dan mampu melindunginya, ia akan menyembelih salah seorang dari mereka untuk Allah di samping Ka’bah. Ketika anaknya genap sepuluh, dan ia mengetahui bahwa mereka mampu melindunginya, ia kumpulkan mereka dan menjelaskan nadzarnya serta mengajak mereka menetapi nadzar tersebut untuk Allah. Mereka mentaatinya dan berkata, "Hendaklah setiap orang dari kalian mengambil dadu kemudian menulis namanya di atas dadu tersebut, kemudian kalian datang kepadaku," Mereka kerjakan apa yang diperintahkan Abdul Muththalib setelah itu menemuinya. Kemudian Abdul Muththalib membawa mereka ke Patung Hubal di Ka’bah.

Dadu di Samping Hubal dan Apa Yang Diperbuat Orang-orang Arab di Dalamnya

Patung Hubal terletak di atas sumur di dalam Ka’bah. Sumur tersebut adalah tempat pengumpulan hewan sembelihan untuk Ka’bah. Di samping Patung Hubal terdapat tujuh dadu dan pada setiap dadu terdapat tulisan. Di antara dadu tersebut, terdapat tulisan Al-Aqlu (diyat). Jika orang-orang Quraisy berselisih tentang siapa yang berhak menanggung diyat, mereka mengkocok ketujuh dadu tersebut. Jika yang keluar adalah dadu Al-Aqlu, maka diyat harus ditanggung oleh orang yang keluar namanya pada dadu tersebut. Di antara dadu tersebut terdapat tulisan Na’am (ya) untuk sesuatu yang mereka inginkan. Jika mereka menginginkan sesuatu, mereka mengkocok kotak dadu. Jika yang keluar ialah dadu yang bertuliskan Na’am (ya), mereka mengerjakannya. Ada lagi dadu yang bertuliskan Laa (tidak). Jika mereka menginginkan sesuatu, mereka mengkocok dadu. Jika yang keluar adalah dadu yang bertuliskan Laa (tidak), mereka tidak mengerjakannya. Ada lagi dadu yang bertuliskan Minkum (dari kalian), Mulshaq (anak angkat), Min Ghairikum (dari selain kalian), dan Al-Miyahu (air). Jika mereka hendak…
=====================================================================================================
Halaman 125

…menggali air, mereka mengkocok kotak dadu, dan dadu apa pun yang keluar, maka mereka mengerjakannya.

Jika orang-orang Quraisy ingin mengkhitan anak mereka, atau menikahkan anak-anak mereka, atau memakamkan jenazah mereka, atau ragu-ragu tentang nasab salah seorang dari mereka, maka mereka pergi membawa yang bersangkutan kepada patung Hubal dengan tidak lupa membawa uang sebesar seratus dirham dan hewan sembelihan (unta atau kambing) kemudian mereka memberikannya kepada penjaga kotak dadu. Mereka mendekatkan sahabat yang mereka inginkan sesuatu padanya, dan berkata, "Wahai Tuhan kami, inilah Si Fulan bin Fulan. Kami menginginkan ini dan itu pada orang ini. Berikan kebenaran padanya." Mereka berkata kepada penjaga kotak dadu, "Kocoklah kotak dadu!" Jika yang keluar adalah dadu yang bertuliskan Minkum (dari kalian), maka orang tersebut menjadi bagian dari mereka. JIka yang keluar adalah dadu yang bertuliskan Min Ghairikum (dari selain kalian), orang tersebut menjadi sekutu bagi mereka. Jika yang keluar adalah dadu yang bertuliskan Mulshaq (anak angkat), orang tersebut sesuai dengan kedudukan yang ada pada mereka; tidak mempunyai nasab dan persekutuan. Jika yang keluar adalah dadu yang bertuliskan Na’am (ya), mereka mengerjakan sesuatu tersebut. Jika yang keluar adalah dadu yang bertuliskan Laa (tidak), mereka menunda persoalan tersebut hingga tahun depan kemudian pada tahun berikutnya mereka datang lagi. Jadi mereka menyerahkan segala persoalan mereka kepada dadu yang keluar.

Abdul Muththalib Mengamati Anak-anaknya untuk Menyembelih Salah Seorang dari Mereka

Abdul Muththalib berkata kepada penjaga kotak dadu, "Undilah anak-anakku sesuai dengan dadu mereka." Abdul Muththalib menjelaskan nadzarnya kepada penjaga dadu, kemudian penjaga dadu membuat dadu untuk setiap anak-anak Abdul Muththalib. Abdullah bin Abdul Muththalib adalah anak bungsu Abdul Muththalib. Ibunya Abdullah, Az-Zubair, dan Abu Thalib adalah Fathimah binti Amr bin Aidz bin Abd bin Imran bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr."

Ibnu Hisyam berkata, "Aidz adalah anak Imran bin Makhzum."
Ibnu Ishaq berkata, "Menurut banyak orang, Abdulllah adalah anak yang paling dicinta Abdul Muththalib. Abdul Muththalib berpendapat, kalau pun terjadi kesalahan pada dadu, maka dadu tidak akan mengenai Abdullah, karena ia adalah ayah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."

[b]Dadu Keluar atas Nama Abdullah
Ketika penjag kotak dadu mengambil kotak dadu untuk mengadakan undian, Abdul Muththalib bangkit dari duduknya kemudian berdoa kepada Allah di samping Patung Hubal, sedang penjaga kotak dadu mengkocok kotak…
======================================================================================================
Halaman 126

…dadunya, dan dadu keluar atas nama Abdullah. Abdul Muththalib menggandeng tangan Abdullah dan mengambil parang, kemudian membawa Abdullah ke Patung Isaf dan Nailah untuk disembelih.
[b]

hmm…si Abdul Muththalib sang penyembah Allah (Hubal) pantas saja gak mau dikibuli Muhammad agar mengikuti Islam. Lha wong ia tahu Muhammad cuma ngarang cerita dirinya diangkat jadi nabi. Dia pun tahu jika Muhammad itu ngaco ketika protes terhadap kepercayaan kaumnya, Quraisy, yang menghendaki putri-putri Hubal dihapus dan agar Hubal satu-satunya yang layak dipuja orang Arab. Dengan demikian orang Arab jahiliyah punya satu-satunya tuhan (Hubal) menjadi sesembahan.

Muhammad menginginkan monoteisme pagan, bukan politeisme seperti kebanyakan tradisi pagan. Dia memanfaatkan ini untuk satu tujuan: menjadi penguasa Kabah menirukan jejak kakek moyangnya Qushai bin Kilab ketika merebut pengaruh penguasaan kabah dan mengontrolnya untuk mendapatkan sumber keuangan bagi pundi-pundinya.

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia
Faithfreedom forum static
Faithfreedompedia
Faithfreedompedia

PKS Partai Phustun dan Sapi
Foto Skandal-Skandal PKS

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: