//
you're reading...
Common

berlandaskan prinsip "Muhammad tidak mungkin keliru

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

kuisa wrote:1. Ya udah, terdiam juga gpp. 🙂
2. Anda akui atau tidak, tidak ada yang tahu pasti apa yg menyebabkan Rasulullah terdiam, berapa lama jeda antara diamnya Rasulullah dengan mereka mentertawakan? Pada saat itu Rasululah sedang membacakan AlQuran. Saya mencoba membayangkan situasi saat itu:

Rasulullah: Sy akan membacakan surat AlAnbiya ….

pertanyaannya:
# apakah bacaan rasulullah sudah selesai?
# apakah Beliau akan lajut ke ayat berikutnya ketika tiba2 pertanyaan datang?
# Muslim diajarkan khusu’ ketika membaca AQ sehingga bacaan AQ bisa menyebabkan Umar bin Khatab masuk Islam. Mungkinkah Beliau bermaksud menyelesaikan bacaan dulu sebelum menjawab pertanyaan?

Lho, diulang kayak begini lagi kan. Padahal di atas saya sudah bilang: kamu hanya bisa berandai-andai dan bermungkin-mungkin dengan berlandaskan prinsip "Muhammad tidak mungkin keliru", sehingga akhirnya kamu tak mampu menggunakan penalaran yang bener dalam melihat fakta.

Logika saja ya mas; bacaan sudah selesai atau belum, akan lanjut ke ayat berikut atau tidak, muslim harusnya diam atau boleh interupsi, KALAU MEMANG MUHAMMAD SANGGUP MENJAWAB YA DIA MEMBERI JAWABAN. Bayang2anmu tentang semua itu sama sekali bukan ALASAN LOGIS seseorang terdiam ketika menghadapi pertanyaan sampai2 dia ditertawakan.
Kecuali memang bagimu hal2 itu adalah alasan yang masuk akal, so be it, memang hanya seperti itu logika yang bisa saya temui dari muslim.

Dan ternyata sudah keburu ditertawakan ditambah pertanyaan yg meyakinkan semua orang bahwa tujuannya hanya berbantah2an.
"lalu mereka menanyakan lagi mengenai mana yang lebih baik antara sembahan-sembahan mereka dengan Isa a.s.". Pertanyaan ini, diajukan disertai tawa yg membuat ada kesimpulan ttg berbantahan sia2, dan bukan menghindari pertanyaan atau adhominem.

Pertanyaan apa yang membuktikan pada saya bahwa tujuan Abdullah hanya berbantahan? Pertanyaan tentang Isa?
#-o
Kan sudah saya tulis berkali2 JUSTRU KARENA MUHAMMAD MENGAJARKAN BAHWA SESEMBAHAN SELAIN ALLAH SWT AKAN MASUK KE JAHANNAM, maka SECARA LOGIKA tentu Isa berarti masuk ke Jahannam. Kamu sama sekali nggak bisa mudeng di bagian ini ya?
Itu sama sekali bukan pertanyaan demi berbantahan, melainkan pertanyaan untuk menguji kebenaran ajaran yang keluar dari Muhammad sendiri. Mempertanyakan LOGIKA dari ajaran yang keluar dari Muhammad sendiri.

Atau memang menurutmu, bertanya tentang pengajaran = hanya bermaksud berbantahan saja ya?
Kalau iya, ya berarti malah menunjukkan ada yang salah dengan mental Muhammad dan muslim.

Bahkan, SECARA LOGIKA, jika pertanyaan itu diucapkan sambil ketawa2 sekalipun, kalau orang mentalnya beres, akan menghadapi pertanyaan dengan sikap yang gentle, melakukan apa yang menjadi bagiannya yaitu memberikan jawaban. Tak perlu menuding2 pihak penanya yang bertanya sambil cekikikan tersebut, gak perlu ad hominem.

Sampai disini sudah tinggal debat kusir saja.
Saya pun akhirnya cuman sekedar mengulang2 penjelasan yang sama dikarenakan kamu terus2an mengulang2 omongan yang sudah saya bahas.
Saya ogah berdebat kusir.
Sebelum2nya sampai sekarang, saya sudah sampaikan analisa logis saya. Om Rosul pun sudah menyampaikan salah satu poin logis tentang hal ini. Tapi jika memang hanya seperti ini logika yang bisa saya temui dari muslim, ya sudah. Pembaca pun bisa mengambil kesimpulannya sendiri.

Yg sering saya jumpai, kafir seenak perut dan tidak meggunakan akal menarik kesimpulan dengan dasar logika yg tidak benar dengan modal "Islam pasti salah".

Buktikan saja jika kafir memang tidak menggunakan akal dengan dasar logika yang tidak bener dalam menilai Islam.
Kamu kan terlibat dalam diskusi2 di forum ini, saya dengan senang hati mempersilakan kamu membuktikan tuduhanmu itu.
Kalau kamu sekedar ngomong begitu tanpa menguraikan bukti dan analisa2 logis kalian sendiri, maka omonganmu ini tidak lebih dari triumphalist belaka.

Saya berharap anda tidak demikan.

Saya pernah kok ada dalam posisi muslim. Saya baca literatur Islam sambil sebelumnya saya yakinkan hati saya bahwa Allah SWT, Muhammad, dan Islam adalah sempurna. Tiada satupun cela/kesalahan sampai kapanpun.
Dan memang hasilnya, saya "tidak menemukan" kesalahan apapun. Apapun juga yang saya baca, saya selalu dapat mencari alasan bahwa semua itu adalah benar.

Tapi itu tidak bisa bertahan lama, sebab bagaimanapun juga sampai di titik tertentu saya tidak bisa menyangkal logika & nurani. Logika2 dan kata nurani yang mau tak mau tetap muncul di saat saya mengimani Islam adalah kebenaran. Awalnya saya bisa memilih untuk mencari pembenaran demi pembenaran, tapi secara terus-menerus semakin tubrukan satu sama lain dimana2.

Setelah itu saya coba lagi membaca, sambil meyakinkan hati saya bahwa Allah SWT, Muhammad, dan Islam mungkin saja tidak sempurna, mungkin saja salah.
Hasilnya, saya menemukan buanyaaaak banget kesalahan disitu.

Pertanyaan saya, muslim berani nggak tuh punya "iman" bahwa Muhammad, Islam, Quran, dan Allah SWT, mungkin saja salah?

Saya tunjukkan salah satu tulisan yang sangat menarik, kalau berminat membacanya ya syukur, tidak juga nggak papa.
Klik disini: Pedoman yang perlu anda ikuti untuk menempuh jalan lurus: Yakin dulu bahwa Allah maha segalanya dan Muhammad adalah manusia sempurna. Setelah yakin, cerita atau fakta apapun yang tidak sesuai dengan keyakinan itu adalah salah.

miki

– HOT NEWS: MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING SELINGKUH, ISTRI PERTAMA KABUR DARI RUMAH!!!!

– MENKOMINFO: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?

– Korupsi Ahmad Heryawan/Aher Gubernur PKS Bisa dibaca disini.

– Korupsi Anis Matta, Tifatul Sembiring dan pejabat PKS lainnya bisa dibaca disini.

Beberapa Link/Website Mungkin Diblokir, untuk membuka blokir silakan klik:
Tip-tip Buka Blokir Website Karena Nawala

Atau dengan Firefox Add On Berikut:

Firefox anonymoX – Anti Blokir Situs Website

Faithfreedom Indonesia
Faithfreedom forum static
Faithfreedompedia
Faithfreedompedia

PKS Partai Phustun dan Sapi
Foto Skandal-Skandal PKS

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: